Senin, 22 April 2013

Konsep manusia menurut aliran Humanistik, Behavioristik, Psikoanalisa



Humanistik
Psikologi humanistik dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi. Pada behaviorisme dan psikoanalisa. Pada behaviorisme manusia hanyalah masin yang dibentuk lingkungannya, manusia sebagai robot tanpa juwa dan tanpa nilai. Pada psikoanalisa manusia dipengaruhi oleh naluri primitifnya. Keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia.
Pendekatan ini menekankan bahwa masing-masing individu memiliki kemerdekaan yang besar untuk mengarahkan masa depannya, kapasitas yang luas untuk mengembangkan pribadi, nilai intrinsik dan potensinya yang sangat besar untuk emenuhan diri (self-fulfillment).
Fenomenologi memandang manusia, manusia hidup dalam ‘dunia kehidupan’ yang dipersepsi dan diinterpretasi secara subyektif. Setiap orang mengalami dunia dengan caranya sendiri; alam pengalaman setiap orang berbeda dari alam pengalaman orang lain.
Perhatian pada makna kehidupan adalah juga hal yang membedakan psikologi humanistik dari mahzab yang lain. Manusia bukan saja pelakon dalam panggung masyarakat, bukan saja pencari identitas, tetapi juga pencari makna. Terkadang manusia sering bertanya; apakah hidupnya bermakna?
Manusia bukan sekedar mekanisme atau hasil proses pelaziman, manusia adalah wujud yang selalu mencari makna, dia bahwa hatinya selalu resah sebelum menemukan makna dalam hidupnya. Menurut Franki asumsi-asumsi psikologi humanistik; keunikan manusia, pentingnya nilai dan makna, serta kemampuan manusia untuk mengembangkan dirinya.
Terkait dengan pandangan  Rogers mengenai seseorang yang berfungsi penuh adalah teori yang dikemukakan oeh Abraham Maslow (1962) yang menekankan aktualisasi diri, pencapaian maksimal dari potensi perkembangan psikologi seseorang. Sebelum mencapai aktualisasi diri, individu perlu melewati tahap pemenuhan:
·         Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
·         Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs/the security needs)
·         Kebutuhan rasa cinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
·         Kebutuhan akan penghargaan (the self-esteem needs)
·         Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
Kebutuhan-kebutuhan tersebut dikatakan berhierarki karena kebutuhan yang lebih tinggi menuntut dipenuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah sudah terpenuhi.



Behavioristik
Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B. Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subyek tunggal psikologi. Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental. Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa-apa. Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada pendekatan ilmiah yang sungguh-sungguh objektif. Kaum behavioris mencoret dari kamus ilmiah mereka, semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti sensasi, persepsi, hasrat, tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi, sejauh kedua pengertian tersebut dirumuskan secara subjektif.


Menurut beberapa ahli Behaviorisme, kesadaran tidak dapat diobservasi secara langsung. Untuk menjelaskan tentang manusia, mereka menolak metode introspeksi karena tidak di peroleh data yang objektif.

Penelitian Thorndike terhadap tingkah laku binatang mencerminkan prinsip dasar proses belajar yang dianut oleh Thorndike, yaitu bahwa dasar dari belajar adalah asosiasi. Suatu stimulus (S) akan menimbulka suatu respon (R) tertentu. Teori ini disebut teori Stimulus-Response (S-R). Dalam teori S-R dikatakan bahwa dalam prose belajar, pertama kali organisme dengan cara coba-dan-salah (trial and error). Apabila organisme menghadapi masalah, maka organisme itu akan bertingkah laku untuk memecahkan masalah itu. Apabila kebetulan tingkah laku itu dapat memecahkan masalah, maka berdasarkan pengalaman itulah bila timbul masalah serupa organism sudah mengetahui tingkah laku mana yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.

Berdasarkan teori Skinner dari percobaannya yang disebut kondisioning operant terdapat dua prinsip umum yang berkaitan dengan kondisioning operant, yaitu: setiap respon yang diikuti oleh reward à ini bekerja reinforcement stimuli à akan cenderung diulangi. Reward dan reinforcement stimuli akan meningkatkan terjadinya respons.
Dengan kata lain reward merupakan sesuatu yang meningkatkan probalitas timbulnya respon. Dalam kondisioning operan tertekan pada respon atau prilaku konsekuensinya. Dalam kondisioning operan organisme harus membuat respon sedemikian rupa untuk memperoleh reinforcement yang merupakan reinforcement stimuli. Disini letak perbedaan pokok antara kondisioning klasik dengan kondisioning operan. Pada kondisioning klasik organisme tidak perlu membuat aktivitas untuk membuat reward atau reinforcement.


Psikoanalisa
Aliran psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini juga mengabaikan potensi yang dimiliki oleh manusia, selain itu juga berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan (homo volens).Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari.
Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang sakit dari kodrat manusia, karana hanya berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis. Aliran ini mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kepribadian yang sehat; atau kebribadian yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik. Jadi, aliran ini memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan  biologis dan konflik masa kanak-kanak.
Aliran ini menyatakan bahwa struktur dasar kepribadian manusia sudah terbentuk pada usia lima tahun. Freud membagi struktur kepribadian dalam tiga komponen, yaitu id, ego, dan superego. Perilaku seseorang merupakan hasil interaksi antara ketiga komponen tersebut. Id merupakan sumber dari insting kehidupan (makan, minum, tidur) dan insting agresif yang menggerakkan tingkah laku. Id berorientasi pada prinsip kesenangan. Ego sebagai sistem kepribadian yang terorganisasi, rasional, dan berorientasi pada prinsip realitas. Superego merupakan komponen moral kepribadian yang terkait dengan norma di masyarakat mengenai baik-buruk atau benar-salah. Superego berfungsi untuk merintangi dorongan id, terutama dorongan seksual dan sifat agresif, juga mendorong ego untuk menggantikan tujuan realistik dengan tujuan moralistik, serta mengejar kesempurnaan.

Secara umum perilaku manusia bertujuan dan mengarah pada tujuan untuk meredakan ketegangan, menolak kesakitan dan mencari kenikmatan. Kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan seksual mengarah pada perilaku neurosis. Latihan pengalaman dimasa kanak-kanak berpengaruh penting pada perilaku masa dewasa dan diulangi pada transferensi selama proses perilaku.

Sumber:
Halgin, Richard P., Whitbourne, Susan Krauss. (2009).
Basuki, Heru A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
http://gracethelovers.blogspot.com/2012/04/kepribadian-sehat-menurut-humanistik.html

Rabu, 06 Maret 2013

Definisi Sehat

Sehat adalah suatu keadaan yang terbebas dari penyakit. Namun tidak hanya aspek fisik saja yang terbebas dari penyakit, melainkan meliputi aspek yang lainnya juga. Seperti emosi, sosial dan juga spiritualnya.

Menurut WHO, ada tiga komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat yaitu:
1. Sehat Jasmani
Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.
2. Sehat Mental
Sehat Mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain dalam pepatah kuno “Jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat “(Men Sana In Corpore Sano)”.
Atribut seorang insan yang memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut:
a. Selalu merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, tidak pernah menyesal dan kasihan terhadap dirinya, selalu gembira, santai dan menyenangkan serta tidak ada tanda-tanda konflik kejiwaan.
b. Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik serta tidak mudah tersinggung dan marah, selalu pengertian dan toleransi terhadap kebutuhan emosi orang lain.
c. Dapat mengontrol diri dan tidak mudah emosi serta tidak mudah takut, cemburu, benci serta menghadapi dan dapat menyelesaikan masalah secara cerdik dan bijaksana.

3. Kesejahteraan Sosial
Batasan kesejahteraan sosial yang ada di setiap tempat atau negara sulit diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.

4. Sehat Spiritual
Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.
Keempat komponen ini dikenal sebagai sehat positif atau disebut sebagai “Positive Health” karena lebih realistis dibandingkan dengan definisi WHO yang hanya bersifat idealistik semata-mata.
 
sumber:  http://bedande.blogspot.com/2012/03/pengertian-sehat-menurut-who.html

Kamis, 29 November 2012

Tes Psikologi Online Beserta Dampak Positif dan Negatifnya

jaman sekarang internet itu hampir menjadi segalanya bagi manusia, dari toko, jadwal, tempat ngobrol dan lain- lain semua tersedia dalam internet. Bahkan sekarang pun sudah ada tes psikologi online, wow ga tuh? tes yang bertujuan untuk melihat kemampuan potensi seseorang melalui fungsi kognitif dan emosi orang yang bersangkutan, kini sudah bisa dilakukan atau diujikan via online yang notabene nya tidak bertatap muka secara langsung. yah tentu dengan adanya inovasi baru seperti ini, masih terdapat pro-kontra serta adanya dampak positif dan negatifnya guys, nah mau tau gak apa aja dampak2 nya? mau tau aja atau mau tau banget? hehehehe simak ya guys. dampak positif: -hemat, yang ini pastinya kalian semua udah tau donk, ga ada kertas yg harus kebuang guys. -bisa dilakukan dimana aja, jadi ga perlu nyiapin waktu khusus buat hal ini, tentunya harus tetap konsentrasi ya. -tesnya bisa dilakukan berulang kali, belajarlah dari pengalaman guys ;) -hasilnya bisa langsung diketahui, disitu kelar disitu juga bisa tahu seberapa besar kemampuan kita, kan otomatis :p -tidak banyak energi otak yang terkuras karena memilih tempat senyaman mungkin, ini masih berkaitan dengan poin yang kedua ya, jadi lebih optimal deh otak kita bekerja :) dampak negatif: -program tes tidak rahasia lagi, kerahasiaan dalam sebuah tes itu penting loh :o -kecurangan, karena tidak bertatap muka langsung tidak ada pengawasan sama sekali, beneran kamu yang ngerjain sendiri? hehehe :p -tidak ada bukti nyata bahwa kita sudah melakukan tes tersebut, yah sayang yah :( -terdapat poin-poin penting yang tidak dapat dilihat, seperti kerapihan, emosi, dll. -ketidak akuratan hasil, manusia tetap diatas mesin guys :D

Rabu, 31 Oktober 2012

Sejarah komunitas online (Social Network)

Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) di Indonesia mengalami perkembangan yang luar biasa seiring kemajuan pesat teknologi itu sendiri. Pengguna sosial media seperti Facebook, Twitter, Blog, You Tube, Koprol, Kaskus, MIG33 meningkat tajam di Indonesia. Data dari PB+ 2010 menyebutkan bahwa pengguna Blog di Indonesia hampir mencapai 2 juta orang,sedang pengguna Facebook di Indonesia mencapai 25 juta orang per Juli 2010,bahkan pengguna Twitter di Indonesia berada diperingkat 6 dunia (2,41% dari total pengguna twitter dunia). Ini membuktikan bahwa orang Indonesia sangat gemar untuk berinteraksi dan berteman. Dari interaksi-interaksi yang intens antar sesama pengguna sosial media,terciptalah beragam komunitas online. Berbicara tentang komunitas,ada baiknya kita mengetahui dulu apa arti dari komunitas itu. Komunitas adalah kumpulan orang yang saling berinteraksi diantara anggotanya berdasarkan adanya kesamaan. Komunitas terbentuk bisa karena kesamaan asal daerah dari anggotanya (misal: Paguyuban Madura,Komunitas Lampung,Komunitas Anak Medan), kesamaan nama (misal: Komunitas Asep), kesamaan hobby (misal: Komunitas Mancing Mania,Komunitas Parkour), kesamaan profesi(misal: Lawyer Club, Ikatan Akuntan Indonesia), kesamaan menggunakan produk tertentu (misal : Komunitas Yamaha Club,Komunitas Honda Tiger), kesamaan ngefans klub olahraga (misal : komunitas MU Mania,Jak Mania), kesamaan menggunakan platform online tertentu (misal: Komunitas Blogger, Tweeps, Facebooker). Sebuah komunitas harus melakukan kegiatan rutin yang menandakan bahwa komunitas itu eksis. Dengan kata lain sebuah komunitas tanpa kegiatan menandakan komunitas itu mati. Beberapa contoh kegiatan rutin komunitas:Komunitas Parkour Jakarta rutin melakukan latihan fisik di Senayan setiap weekend, Komunitas Sepeda Onthel rutin ngumpul dan bersepeda ria saat Car Free day, Komunitas B-H-I rutin nongkrong bareng Jumat malam di seputar Bunderan HI. Tentunya orang-orang yang bergabung dalam sebuah komunitas melakukan satu kegiatan bersama dalam suasana bersahabat dan menyenangkan.. KOMUNITAS ONLINE dan KEUNIKANNYA Komunitas online merupakan komunitas yang mempunyai keunikan tersendiri. Dibilang unik karena para anggota didalam sebuah komunitas online bisa secara bersama-sama melakukan suatu aksi tanpa harus berkumpul di satu tempat. Onliner New York,Denpasar,Palu,Jakarta,Seoul,Semarang,Surabaya,Bandung yang bergabung dalam sebuah komunitas dapat melakukan satu aksi kampanye secara berbarengan melalui internet (contoh: Kampanye anti Global Warming,kampanye dukung Pulau Komodo,kampanye gemar membaca buku). Namun onliner juga manusia,merasa tak afdol jika belum berinteraksi langsung secara fisik dengan onliner lainnya. Terjadilah pertemuan para onliner di dunia nyata yang umumnya dinamakan Kopdar. Kopdar adalah suatu bentuk komunikasi nyata pelaku dunia maya dimana orang yang ikut kopdar itu bisa saling berkenalan secara pribadi atau sharing ilmu dan pengalaman. Tak bisa dipungkiri bahwa secara psikologis jika sesorang rutin bertemu dan berinteraksi dengan orang lain yang mempunyai kesamaan minat di sebuah komunitas akan menimbulkan ikatan emosional tersendiri dihati orang tersebut terhadap komunitasnya. Macam- macam komunitas online: 1. Facebook 2. Twitter 3. Kaskus 4. Dll Kemampuan komunitas online untuk menyatukan manusia dalam ruang lingkup global bisa mendatangkan banyak manfaat Tetapi berhati- hatilah karena cakupannya yang terlalu besar. Komunitas online bisa menjadi tempat strategis bagi para penjahat untuk mengincar anda. Yang sering terjadi biasanya adanya pencurian identitas dan pelecehan. Kebanyakan korbannya adalah anak- anak. Selain itu banyak psikolog yang mengkhawatirkan bahwa terlalu banyak berinternet membuat orang melupakan kehidupan nyata di masyarakat. http://yoszuaccalytt.blogdetik.com/files/2011/03/komunitas.jpg http://www.untukku.com/artikel-untukku/pengertian-komunitas-untukku.html http://djepok.blogspot.com/2011/09/arti-komunitas.html http://dfootballoverz.blogspot.com/2012/10/komunitas-online-merupakan-bisnis.html http://www.adityarizki.net/2011/01/peran-komunitas-online-dalam-sebuah-komunitas-nyata/ http://www.improve7.com/2012/03/manfaat-positif-komunitas-online.html

Minggu, 06 Mei 2012

Cara menulis artikel ringan

Siapa bilang menulis artikel nonfiksi itu sulit? Menulis artikel nonfiksi itu tidak sulit, asal tahu caranya. Artikel praktis dan artikel ringan adalah salah satu jenis artikel nonfiksi yang paling mudah ditulis. Kedua jenis artikel ini bisa ditulis dengan gaya bahasa yang santai, tidak kaku, meskipun tetap harus menampilkan ciri khas penulisan nonfiksi yang akurat. Apakah yang dimaksud dengan artikel praktis itu? Artikel praktis adalah tulisan yang berisi petunjuk praktis tentang cara melakukan sesuatu (how to). Misalnya petunjuk cara berselancar di internet, cara merawat tanaman bonsai, tips memanggang kue supaya tidak gosong, kiat ramping dan cantik dalam dua minggu, cara mudah belajar matematika, dan lain sebagainya. Tema yang diangkat bisa tentang apa saja yang kita ketahui. Artikel praktis biasanya ditulis dengan menggunakan pola kronologis, artinya pesan disusun berdasarkan urutan waktu atau tahapan pekerjaan. Sementara itu, artikel ringan lebih banyak mengangkat topik bahasan yang ringan dengan cara penyajian yang ringan pula. Kita tidak perlu menguras pikiran saat membaca artikel ringan. Contoh tema artikel ringan misalnya: apakah Anda orang yang ambisius, sepuluh ciri wanita setia, sembilan kelemahan pria di mata wanita, dan lain sebagainya. Artikel ringan biasanya ditulis dengan memadukan informasi dan hiburan. Karena itu, judul artikel biasanya dibuat agak provokatif untuk menarik perhatian pembaca. Meskipun ditulis dengan gaya santai, artikel praktis dan artikel ringan tetap harus memenuhi syarat penulisan nonfiksi yaitu mengandung gagasan yang aktual atau kontroversial, menggunakan referensi dengan visi intelektual, menggunakan gaya bahasa yang hidup,segar,populer,komunikatif, dan yang terakhir artikel harus singkat dan tuntas. Sumadiria, AS Haris. Oktober 2009. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar serta kaitannya dengan Psikologi

Pada semester dua ini saya mendapatkan mata kuliah matematika dan ilmu alamiah dasar, pada bidang softskill, yang tentu mata kuliah ini masih asing bagi saya terutama tentang ilmu alamiah dasar. Oleh karena itu saya akan membahas tentang matematika dan ilmu alamiah dasar, mulai dari definisi masing-masing ilmu hingga penggabungan dari keseluruhan serta apa kaitannya mata kuliah ini dengan jurusan yang saya pilih yaitu psikologi. Pertama saya akan membahas tentang apa itu matematika, ilmu ini tentu sudah diperkenalkan kepada semua anak didik semenjak di taman kanak-kanak atau bahkan sebelum itu, ilmu ini mengajarkan tentang keterampilan dalam berhitung pada umumnya, tetapi matematika juga memiliki definisi yaitu studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Ilmu matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling tua yang pernah dipelajari. Berbagai macam tokoh banyak mendefinisikan tentang ilmu matematika tersebut. 1. Matematika versi para ahli:  Johnson dan Rising (1972 mengatakan bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. 2. James dan james (1976) mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri. 3. Kemudian Kline (1973) mengatakan bahwa matematika itu bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan mengatasi permasalahan sosial, ekonomi dan alam. Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berpikir, oleh karena itu logika adalah dasar untuk terbentuknya matematika. Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Pembahasan selanjutnya adalah tentang ilmu alamiah dasar, ilmu ini merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaj konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja. A.Manusia Manusia adalah mahluk yang lemah di bandingkan mahluk lain . Namun dengan akal budinya serta kemauan yang kuat manusia dapat mengembangkan kemampuan dan tekhnologi . Dan dengan ilmu pengetahuan manusia bisa hidup lebih baik lagi . manusia adalah sebaik-baiknya mahluk yang telah di ciptakan tuhan . Patutnya syukurilah nikmat yang diberikan oleh Tuhan yang maha esa karena dengan nikmatnya kita diberikan akal untuk berfikir , membedakan yang baik dan buruk juga dapat memperoleh ilmu pengetahuan . Sifat manusia selalu tidak pernah puas , maka ketersediaan sumber daya yang terbatas tidak bersesuaian dengan keinginan manusia yang tidak terbatas . Manusia pun mempunyai keinginan rasa ingin tahu terhadap rahasia alam , selalu mencoba mencari jawaban dengan pengamatan dan penggunaan pengalaman. B.Mitos Pengetahuan baru dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan disebut mitos . Cerita – cerita pada mitos disebut legenda . Kebenaran mitos masih bersifat simpang siur karena tidak ada bukti yang otentik dan disebarkan melalui cerita dari mulut ke mulut (lisan) . Mitos dapat diterima karena keterbatasan pengindraan , penalaran , dan hasrat ingin tahu yang harus di penuhi. Puncak pemikiran mitos adalah pada zaman Babilonia yaitu kira-kira 700-600 SM . Pengetahuan dan ajaran tentang orang Babiloniasetengahnyamerupakan dugaan,imajinasi,kepercayaan ,atau mitos. Pengetahuan ini disebut pseudo science (sains palsu). Ini adalah ilmu pengetahuan yang masih diragukan kebenarannya . C. Lahirnya Ilmu Alamiah Panca indera akan memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi sebuah pengalaman . Pengalaman merupakan salah satunya alasan terbentuknya pengetahuan yakni kumpulan fakta-fakta yang pernah terjadi. D. Keterbatasan Ilmu Alamiah Bidang ilmu alamiah yang menentukan ilmu alamiah adalah metode ilmiah . Tujuan ilmu alamiah adalah membentuk dan menggunakan teori. Ilmu alamiah tidak menentukan moral atau nilai suatu keputusan. Manusialah yang menilai apakah ilmu yang dipakainya baik atau buruk . E. Pembagian Ilmu Pengetahuan • Ilmu pengetahuan sosial Yakni ilmu pengetahuan yang membahas hubungan antara manusia sebagai mahluk sosial . Bagaiman huhubungan antar balik manusia dengan manusia lainnya atau mahluk lain. Yang terbagi atas : Psikologi , Pendidikan , Antropologi , Etnologi, Sejarah, Ekonomi , dan Sosiologi. • Ilmu Pengetahuan Alam Yakni ilmu yang membahas tentang alam semesta , jagat raya dan seluruh isinya . Tentang penciptaan nya dan teori-teori pengetahuan yang bersifat ilmiah . Yang terbagi atas : Fisika , Kimia , dan Biologi . • Ilmu pengetahuan bumi dan antariksa Yakni ilmu yang membahas tentang bumi dan isinya serta antariksa yaitu ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya . Yang terbagi atas : Geologi dan Astronomi. Setelah membahas tentang pengertian dan maksud dari matematika dan ilmu alamiah dasar, selanjutnya saya akan membahas apa kaitan matematika dan ilmu alamiah dasar dengan klasifikasinya dalam ilmu psikologi. Menurut bahasa yunani kuno psikologi berasal dari kata psikey dan logos yang atinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Tidak hanya itu psikologi juga berkaitan dengan ilmu lain,seperti,psikologi dangan antropologi yang membahas manusia dengan budaya – budaya, psikologi dengan sosiologi yang membahas tentang masyarakat, psikologi dengan ekonomi yang membahas pertukaran barang dan jasa. Selain itu psikologi dengan matematika adalah untuk menghitung semua data kuantitatif agar lebih akurat. Secara lebih spesifik penghitungan matematika di gunakan untuk memeroleh teori – teori yang statistika di dalam pendidikan matematika banyak sekali teori – teori yang kita pelajari, tetapi hanya beberapa saja yg sangat berhubungan. Seperti logika, teori – teori statistika, peluang dan lainnya.Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai “ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting. Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa “sejauh hukum-hukum matematika merujuk pada kenyataan, mereka tidaklah pasti, dan sejauh mereka pasti. mereka tidak merujuk pada kenyataan.Hubungan antara matematika dan psikologi tentunya sudah pasti sangat erat, terutama di zaman modern ini. Karena itulah evolusi matematika dapat dipandang sebagai sederetan abtraksi yang selalu bertambah banyak, atau perkataan lainnya perluasan pokok masalah. Abstraksi mula-mula, yang juga berlaku pada kebanyakan binatang, adalah tentang bilangan. Sebagai contoh : pernyataan bahwa dua Baju dan dua Jaket, memiliki jumlah yang sama.Matematika juga bisa disebut sebagai ilmu Logik, contoh nya pada tes masuk Perguruan Tinggi, para calon mahasiswa/i biasanya harus mengikuti tes terlebih dahulu, yaiu sebuah tes tulis dengan materi Bahasa Inggris,dan matematika. Secara tidak langsung kita akan diukur kemampuan seberapa jauh pola berfikir cepat dan cara kita menyelesaikan masalah. Menghitung hasil dari Tes IQ juga bisa menggunakan teori statistika untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pola fikir dengan cara menghitung distribusi frekuensi kelompok dengan ukuran tendensi sentral dan letak nilai dan yang patut kita tahu bahwa matematika membentuk pola berpikir kritis, kreatif, inovatis, dan mandiri serta mampu menyelesaikan masalah secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika http://rickyacub.blogspot.com/2012/04/definisi-matematikailmu-alamiah-dasar.html http://marlina2403.wordpress.com/2011/02/27/hubungan-matematika-iad-dengan-psikologi/

Rabu, 21 Maret 2012

Pemanfaatan Jaringan Social Facebook dalam Kaitannya dengan MataKuliah KSHP

Jaringan Social ini yang biasa kita sebut dengan “FACEBOOK” atau sebutan lain “FACEBOOKERS” bagi peminatnya khususnya di kalangan remaja ini sangat memanfaatkan kembali hubungan yang lama terpendam alias “SILAHTURAHMI dengan kerabat yang jauh disana” di dalam jejaring social seperti ini, serta di kalangan masyarakat Indonesia. Dalam jejaring social ini terdapat fitur yang juga bervariatif, chatting, berbagi foto dengan kerabat, menjalin kembali hubungan dengan teman lama, video call, serta tidak terlewatkan games online yang sangat diminati oleh kalangan remaja sampai saat ini. Semakin maju Perkembangan Teknologi di Indonesia, kita sebagai penerus Bangsa dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan menjadikan Jejaringan Social ini sebagai Sumber Belajar. Apalagi jaringan social seperti ini, dapat diakses melalui Mobile pribadi sehingga kita bisa menambah Sebuah Informasi di mana saja dan kapan saja. Hal ini dapat kita rasakan bersama khususnya bagi si pengguna facebook ini kaitannya dengan MataKuliah KSHP dalam memperoleh wawasan tentang perkembangan masalah, metode, dan hasil-hasil penelitian dalam kawasan teknologi pendidikan. Dengan tugas yang seperti ini, kami sebagai Mahasiswa mengidentifikasi, merancang dan melaksanakan penelitian yang relevan dan bermanfaat untuk berbagai keperluan, khususnya untuk penulisan skripsi. Oleh karena itu, adapun data hasil dari penelitian mengenai Pemanfaatan Jaringan Social Facebook dalam kegiatan pembelajaran di luar kelas melalui Mahasiswa di dalam Group Facebook KSHP terdapat kegiatan interaksi serta diskusi antara Dosen dengan Mahasiswa KSHP. Dapat terlihat dalam proses kegiatan pembelajaran di Group Facebook KSHP ini, masih banyak mahasiswa KSHP yang kurang aktif dalam kegiatan berinteraksi secara tidak langsung serta diskusi dengan Dosen dan Mahasiswa KSHP lainnya, dan bahkan ada sebagian dari Mahasiswa KSHP yang selalu telat dalam merespon pertanyaan dari Dosen yang diberikan terkait mengenai Pokok Bahasan di kelas. Kemudian berdasarkan hal tersebut, muncul suatu Opini/Gagasan mengenai MataKuliah KSHP di Group Facebook dirasakan kurang memberikan manfaat dan hanya membuang-buang waktu dan lebih baik distop saja dalam pemanfaatan facebook dalam MataKuliah KSHP. Masalah tersebut merupakan masalah yang menarik serta diteliti kembali oleh Mahasiswa KSHP ini. Apakah memang benar bahwa kecenderungan kurangnya keoptimalan Mahasiswa KSHP dalam mengikutsertakan kegiatan diskusi di Group Facebook KSHP di sebabkan karena kemalasan dan merasa bahwa kegiatan tersebut tidak berguna? Dalam artikel ini, saya akan mengulas sedikit dengan masalah yang terjadi pada kasus tersebut. Sebelumnya apa sih yang ada di pikiran setiap individu Mahasiswa KSHP nonreg ini, yang mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran dalam pemanfaatan jejaring social di Group Facebook MataKuliah KSHP? Nah, kita sebagai Mahasiswa dalam MataKuliah KSHP ini, merupakan penelitian sederhana yang relevan dan bermanfaat untuk belajar dalam berbagai keperluan, khususnya untuk penulisan artikel seperti ini. Penelitian sederhana ini, juga dilakukan untuk memperoleh data-data Mahasiswa KSHP mengenai Opini/Gagasan terkait dengan masalah tersebut. Data yang diambil sesuai dengan Metode Survey secara langsung dengan memberikan sebuah pertanyaan yang diberikan dalam Group Facebook KSHP. Selanjutnya, responden yang diajukan kepada Mahasiswa KSHP non reg dengan jumlah keseluruhannya ada 40 Mahasiswa. Dari data tersebut akan di terlihat sebuah gambaran jelas mengenai Opini/Gagasan Mahasiswa KSHP terhadap masalah yang terjadi di Group Facebook KSHP ini serta, memberikan umpan balik kepada Mahasiswa khususnya dalam pemanfaatan jejaring social di MataKuliah KSHP. Hasil yang diperoleh diTabulasikan sebagai berikut : Dari 40 Mahasiswa, sejumlah 26 Mahasiswa menjawab pertanyaan, dan sisanya sejumlah 14 Mahasiswa abstain atau hanya bengong tidak member respon terhadap pertanyaan tersebut. Pada saat Dosen mempostingkan pernyataan mengenai setujukah Anda bahwa KSHP di jejaring social Facebook sebaiknya di hentikan?, hanya 62% Mahasiswa menyatakan tidak setuju jika Group Facebook segera dihentikan, dengan sisa 38% Mahasiswa menyatakan untuk memberikan dispensasi waktu karena keterbatasan adanya dana dan layanan internet akan pernyataan tersebut. Sebanyak 15 Mahasiswa berpendapat menantang pemanfaatan jejaring social dalam kaitannya dengan MataKuliah KSHP sangat bagus dalam menjawab pertanyaan, sebanyak 10 Mahasiswa berpendapat jejaring social berpendapat Mahasiswa tidak siap interaksi , ada alasan tertentu yang membuat mereka tidak siap, dan sebanyak 22 Mahasiswa juga menyatakan jejaring social dalam kaitannya dengan MataKuliah KSHP sangat bagus dan dapat membuat jejaring social ini menjadi sharing, keefektifitas serta menyenangkan lainnya. Nah, dari hasil data tersebut Mahasiswa setuju untuk melanjutkan pemanfaatan jejaring social ini dalam kaitannya dengan MataKuliah KSHP (Saran, Kritik, dan Opini) agar diberi penjadwalan sehingga Mahasiswa lebih siap. Sumber : Data hasil didapatkan dengan menggunakan Metode Survey yang berisi pendapat saran, kritik, dan opini dari Mahasiswa KSHP di Group Facebook terkait dengan pemanfaatan jejaring social Facebook dalam kaitannya dengan MataKuliah KSHP. Data yang digunakan diambil dari pendapat komentar Mahasiswa KSHP pada hari Rabu 28 Februari 2012 sampai Pukul 23.00 WIB.