Sabtu, 29 Oktober 2011

Manusia dan keindahan

Felik Aslam Pohan
12511802
1 PA 07


Keindahan adalah suatu susunan keserasian yang dapat menciptakan kesenangan bagi penglihatan dan pendengaran. Kehalusan merupakan sikap yang lembut dalam menghadapi orang lain. Lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam sikap anggota badan. Sikap halus dan lembut merupakan cermin hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama.

Manusia pada dasarnya menyukai apa yang disebut dengan keindahan, keindahan dapat di temukan dimana saja, pada manusia, hewan, tumbuhan, tulisan, pemandangan, ukiran, lukisan, pakaian, dan sebagainya. Manusia memanfaatkan keindahan sangat bervariasi tergantung apa yang mereka sedang jalani, mungkin untuk sekedar penghilang stress, untuk berbusana, untuk mencari nafkah, untuk kenyamanan beristirahat, dan lain-lain. Namun penilaian keindahan menurut tiap tiap individu bersifat relatif sebagai contoh, penilaian keindahan dari segi agama islam memiliki batasan batasan tertentu yang cenderung bertolak belakang dengan penilaian keindahan bangsa barat.

Kata indah baiknya juga harus terdapat dalam diri setiap manusia baik keindahan fisik dan keindahan jiwa. Keindahan jiwa misalnya baik dalam bertutur kata, baik dalam berfikir terhadap suatu permasalahan, baik dalam bertindak, dan baik dalam mengambil keputusan.keindahan dalam diri manusia ini sangatlah penting sebagai modal untuk hidup bermasyarakat, dengan keindahan kita dapat hidup dengan tentram, saling tolong menolong, dan yang paling utama dapat menghindari kejahatan terhadap sesama.

Dari hal tersebut di kita dapat mengambil kesimpulan bahwa manusia dan keindahan merupakan satu komponen yang saling terkait. Bahkan individu yang memiliki sikap kurang teraturpun sebenarnya sangat menginginkan dirinya terlihat indah dalam segala hal, akan tetapi orang tersebut kurang bisa menyesuaikan penilaian banyak orang yang ada disekitarnya. Untuk memiliki kebiasaan hidup indah sebenarnya sangatlah mudah, hal utama yang harus diperhatikan pada dasarnya adalah kerajinan. Biasakan diri kita untuk rajin agar dapat melakukan hal apapun sesuai dengan porsi dan aturan- aturan yang ada, tidak dikurangi ataupun dilebih-lebihkan. Dengan itu kita dapat terbiasa hidup teratur dan memiliki keindahan, tidak hanya dapat dinikmati diri sendiri, tetapi juga dapat dinikmati oleh orang banyak disekitar kita.

Bila kita cermati keindahan visualisasi dengan keindahan dari dalam diri yang dimiliki orang- orang pada masa sekarang masih belum sesuai, contohnya adalah para petinggi negara yang berpenampilan sempurna dengan fasilitas serba berkecukupan, terlihat seolah memiliki perhatian yang detil terhadap segala sesuatu, tetapi kenyataannya hal yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya hanya dianggap sebagai hal sepele, sehingga ketidaktuntasan tanggungjawab menjadi sumber permasalahan yang sangat frontal, dan tentu saja ini sangat berhubungan dengan keindahan sistem negara yang sangat buruk.

Jadi,keindahan tidak selamanya di sangkut pautkan dengan kemewahan, keindahan juga dapat tercipta dari sebuah kesederhanaan jika diikuti dengan kemauan dan kesungguhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar